Literature Review of Pseudo-Thinking in Contextual Mathematics Learning in Everyday Life

Authors

  • Sufi Auliyah Zahrah Universitas Mulawarman
  • Azainil Azainil Universitas Mulawarman
  • Ariantje Dimpudus Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.47662/jkpm.v5i2.1310

Keywords:

Berpikir Pseudo, Defragmentasi, Scaffolding

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka yang fokus pada penguatan literasi dan numerasi sering kali terhambat oleh fenomena berpikir semu, di mana siswa mampu mencapai jawaban benar tanpa pemahaman konsep yang mendasar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bentuk pola berpikir semu tersebut dalam cakupan matematika kontekstual yang menjadi pilar utama pembelajaran masa kini. Berdasarkan studi literatur kualitatif, ditemukan bahwa tuntutan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) mendorong siswa menggunakan "jalan pintas kognitif" yang rapuh. Masalah ini teridentifikasi secara luas pada materi pecahan, perbandingan, hingga aljabar yang seharusnya dikuasai melalui penalaran logistik. Sebagai solusi adaptif, strategi defragmentasi melalui scaffolding yang mengintegrasikan media visual dan pendekatan etnomatematika terbukti efektif dalam menata ulang struktur kognitif siswa. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa di era pendidikan yang mengutamakan kebermaknaan, intervensi pedagogis yang tepat sangat penting untuk mengubah pola berpikir mekanistik menjadi pemahaman matematis yang utuh dan kontekstual.

Downloads

Published

2026-05-29

How to Cite

Zahrah, S. A., Azainil, A., & Dimpudus, A. (2026). Literature Review of Pseudo-Thinking in Contextual Mathematics Learning in Everyday Life. OMEGA: Jurnal Keilmuan Pendidikan Matematika, 5(2), 278–286. https://doi.org/10.47662/jkpm.v5i2.1310