Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Waste-To-Energy melalui Produksi Biobriket Sekam Padi di Desa Belendung, Karawang

Authors

  • Eri Widianto Program Studi Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia
  • Meka Saima Perdani Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia
  • Kardiman Kardiman Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Rizal Hanifi 3Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Angga Muhammad Najib Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Kusnadi Kusnadi Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Aulia Fashanah Hadining Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Farradina Choria Suci Program Studi Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Najmudin Fauji Program Studi Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Ajeng Prastiwi Program Studi Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Wilma Nurrul Adzillah Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Hilman Imadul Umam Program Studi Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Siswadi Siswadi Program Studi Statistika, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Chaerur Rozikin Program Studi Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.47662/jaliye.v5i2.1378

Keywords:

biobriquette, community empowerment, green energy, rice husk, waste-to-energy

Abstract

Limbah sekam padi merupakan residu pertanian yang tersedia melimpah di Kabupaten Karawang yang merupakan wilayah sentra produksi padi. Namun pemanfaatannya di tingkat masyarakat masih terbatas dan sebagian masih berpotensi dibakar atau dibuang tanpa menghasilkan nilai tambah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pendekatan waste-to-energy dengan mengolah sekam padi menjadi biobriket sebagai sumber energi alternatif di Desa Belendung, Kabupaten Karawang, bekerja sama dengan mitra Kelompok Tani Karya Mukti I. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang dipadukan dengan learning by doing melalui edukasi pemanfaatan limbah pertanian, pelatihan produksi biobriket, demonstrasi dan praktik pengoperasian teknologi pencetak, serta pengenalan mutu produk dan peluang pengembangannya. Tahapan produksi yang dipraktikkan meliputi pengeringan bahan, karbonisasi, penghalusan dan pengayakan arang, pencampuran dengan perekat tapioka, pencetakan, dan pengeringan akhir. Efektivitas transfer pengetahuan dievaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor peserta meningkat dari 53 pada pre-test menjadi 97 pada post-test atau meningkat sebesar 44 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi edukasi, praktik langsung, dan penerapan teknologi tepat guna efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan sekam padi dan proses produksi biobriket. Program ini tidak hanya mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah pertanian, tetapi juga membangun kapasitas awal masyarakat untuk mengembangkan pengelolaan biomassa menuju energi hijau dan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang lebih berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-10-16

How to Cite

Widianto, E., Perdani, M. S., Kardiman, K., Hanifi, R., Najib, A. M., Kusnadi, K., … Rozikin, C. (2026). Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Waste-To-Energy melalui Produksi Biobriket Sekam Padi di Desa Belendung, Karawang. JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, Dan Edukasi, 5(2), 116–126. https://doi.org/10.47662/jaliye.v5i2.1378

Similar Articles

1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.