Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Waste-To-Energy melalui Produksi Biobriket Sekam Padi di Desa Belendung, Karawang
DOI:
https://doi.org/10.47662/jaliye.v5i2.1378Keywords:
biobriquette, community empowerment, green energy, rice husk, waste-to-energyAbstract
Limbah sekam padi merupakan residu pertanian yang tersedia melimpah di Kabupaten Karawang yang merupakan wilayah sentra produksi padi. Namun pemanfaatannya di tingkat masyarakat masih terbatas dan sebagian masih berpotensi dibakar atau dibuang tanpa menghasilkan nilai tambah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pendekatan waste-to-energy dengan mengolah sekam padi menjadi biobriket sebagai sumber energi alternatif di Desa Belendung, Kabupaten Karawang, bekerja sama dengan mitra Kelompok Tani Karya Mukti I. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif yang dipadukan dengan learning by doing melalui edukasi pemanfaatan limbah pertanian, pelatihan produksi biobriket, demonstrasi dan praktik pengoperasian teknologi pencetak, serta pengenalan mutu produk dan peluang pengembangannya. Tahapan produksi yang dipraktikkan meliputi pengeringan bahan, karbonisasi, penghalusan dan pengayakan arang, pencampuran dengan perekat tapioka, pencetakan, dan pengeringan akhir. Efektivitas transfer pengetahuan dievaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa rata-rata skor peserta meningkat dari 53 pada pre-test menjadi 97 pada post-test atau meningkat sebesar 44 poin. Hasil tersebut menunjukkan bahwa integrasi edukasi, praktik langsung, dan penerapan teknologi tepat guna efektif meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan sekam padi dan proses produksi biobriket. Program ini tidak hanya mendorong perubahan cara pandang terhadap limbah pertanian, tetapi juga membangun kapasitas awal masyarakat untuk mengembangkan pengelolaan biomassa menuju energi hijau dan kegiatan ekonomi berbasis sumber daya lokal yang lebih berkelanjutan.




