PENGUATAN LITERASI KRITIS DAN KESADARAN GENDER SISWA SMA MELALUI UNIT VOICE AND VISIBILITY SEBAGAI DUKUNGAN SDG 5
DOI:
https://doi.org/10.47662/jaliye.v4i2.1205Keywords:
literasi kritis, kesadaran gender, SDG 5 (Gender Equality), pembelajaran berbasis proyek, teks diskusiAbstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Swasta Muhammadiyah 1 Medan pada tanggal 16 September 2025 dengan tujuan memperkuat literasi kritis dan kesadaran gender siswa melalui unit pembelajaran Voice and Visibility. Unit ini dirancang sebagai respon atas minimnya integrasi isu kesetaraan gender (SDG 5) dalam buku ajar Bahasa Inggris Kurikulum Merdeka. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan berbasis genre (GBA), problem-based learning (PBL), dan project-based learning (PjBL) dengan durasi 90 menit, melibatkan 30 siswa kelas XII. Aktivitas meliputi analisis teks diskusi, penulisan teks argumentatif, serta proyek kreatif berupa kampanye digital tentang kesetaraan gender. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami isu gender secara kritis, menyampaikan pesan aksi nyata melalui poster dan kampanye digital, serta menunjukkan keterlibatan kolaboratif dalam proyek. Respon siswa positif, dengan ketertarikan pada isu gender sebagai hal baru yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya, meskipun mereka menyarankan adanya aktivitas warm-up untuk meningkatkan suasana belajar. Kegiatan ini menegaskan pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dan kesetaraan gender dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai dukungan terhadap pencapaian SDG 5.



